Perkembangan internet telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi kesehatan. Saat ini, jutaan orang mencari informasi mengenai penyakit, pola hidup sehat, gizi, obat-obatan, hingga layanan kesehatan melalui website, media sosial, dan aplikasi digital. Namun, kemudahan akses tersebut juga membawa tantangan berupa banyaknya informasi yang tidak akurat atau menyesatkan. Oleh karena itu, literasi kesehatan digital (digital health literacy) menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki setiap individu.
Literasi kesehatan digital adalah kemampuan seseorang untuk mencari, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan yang diperoleh melalui media digital dalam mengambil keputusan yang tepat mengenai kesehatannya. Individu dengan literasi kesehatan digital yang baik mampu membedakan informasi yang berasal dari sumber ilmiah dengan informasi yang tidak memiliki dasar bukti.
Rendahnya literasi kesehatan digital dapat menyebabkan masyarakat mudah mempercayai hoaks kesehatan, mengikuti pengobatan yang tidak terbukti efektif, atau menunda mendapatkan pelayanan medis yang tepat. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya risiko penyakit, penggunaan obat yang tidak rasional, hingga menurunnya kualitas hidup.
Sebaliknya, masyarakat yang memiliki kemampuan literasi kesehatan digital yang baik cenderung lebih aktif dalam menerapkan perilaku hidup sehat, memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang valid. Literasi ini juga mendukung peningkatan partisipasi masyarakat dalam program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
Website kesehatan menjadi salah satu media yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital. Melalui penyajian artikel yang berbasis bukti ilmiah, infografis, video edukasi, dan materi interaktif, website dapat membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang mudah dipahami dan terpercaya.
Selain itu, website kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara luas tanpa dibatasi oleh waktu maupun lokasi. Apabila dirancang dengan baik, website juga mampu meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menilai kredibilitas informasi kesehatan serta mengurangi penyebaran misinformasi di media digital.
Literasi kesehatan digital merupakan salah satu kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Kemampuan untuk mencari, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan secara benar akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat serta terhindar dari hoaks kesehatan. Oleh karena itu, penguatan literasi kesehatan digital melalui website, media sosial, dan berbagai media promosi kesehatan perlu terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Norman, C. D., & Skinner, H. A. (2006). eHealth Literacy: Essential Skills for Consumer Health in a Networked World. Journal of Medical Internet Research, 8(2), e9. https://doi.org/10.2196/jmir.8.2.e9
Dadaczynski, K., Okan, O., Messer, M., et al. (2021). Digital Health Literacy and Web-Based Information-Seeking Behaviors Among University Students. Journal of Medical Internet Research, 23(1), e24097.
World Health Organization. (2021). Global Strategy on Digital Health 2020–2025.
van der Vaart, R., & Drossaert, C. (2017). Development of the Digital Health Literacy Instrument (DHLI). Journal of Medical Internet Research, 19(1), e27.
Paakkari, L., & Okan, O. (2020). COVID-19: Health Literacy is an Underestimated Problem. The Lancet Public Health, 5(5), e249–e250.